Kisah Spiritual di Zaman Modern
Assalammualaikum...
Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih untuk kunjungan di blog ini. Saya hanya mau bercerita segelumit kisah pribadi saya mengenai pengalaman spiritual. Mungkin khalayak umum menyebutnya dengan dunia ghoib, alam ghoib atau apapun itu lah ya...
Disini pengalaman saya, tentang bagaimana rasanya terkena santet?dan bagaimana cara saya sembuh dari yang biasa di sebut dengan santet?
Baiklah, tanpa terlalu banyak berbasa-basi lagi. Ketika itu saya bekerja di sebuah bank BUMN. Saat paling tinggi karir yang saya nikmati dalam hidup pribadi saya dan keluarga kecil saya. Saat itu saya sudah tidak lagi tinggal dengan kedua orang tua saya. Saya terlena dengan nikmat dunia yang menghampiri saya di tahun itu yang menyebabkan saya lupa akan mengunjungi ataupun memberikan sebagian rejeki saya kepada kedua orang tua.
Dan itu lah awal musibah atau hukuman yang saya alami terjadi. Ketika saya mengunjungi kedua orang tua saya lagi, disana sudah terjadi suasana keluarga yang tidak kondusif di amtara kedua orang tua saya. Ya, ketika itu ayah saya terkena pelet karena awalnya bermain api dengan tetangga yang menyebabkan ayah saya akhirnya semakin buta dengan keluarganya. Semua kehancuran itu pun di mulai, dari harta orang tua yang akhirnya habis dan saya pun di pecat dari pekerjaan.
Kedua orang tua mulai sering bertengkar dan akhirnya ibu pun mengetahui perselingkuhan ayah. Singkat cerita mereka pun akhirnya bercerai tanpa bisa saya bendung lagi.
Ayah pun memutuskan tinggal dengan selingkuhannya itu. Dan ternyata tujuan dari istri baru ayah adalah untuk merebut semua harta yang di capai oleh kedua orang tua saya. Tanpa terkecuali peninggalan rumah dari orang tua ibu.
Di waktu itu ada teman yang mengingatkan saya kalau istri ayah yang baru sering pergi ke dukun untuk klenik,santet atau pelet, apapun itu lah...
Saya tidak pernah percaya dengan hal-hal semacam itu. Ibu saya masih percaya, bahkan ibu sering juga mengetahui kalau ayah sering melakukan hal gak wajar di rumah sebelum mereka pisah. Kayak bakar menyan di rumah atau bakar dupa.
Tapi saya masih gak bisa percaya akan hal itu dan gak mau tau, karena saya merasa lebih modern dan lebih mengutamakan analogi atau pikiran saya.
Akhirnya di tahun 2016, saya mengalami kesurupan. Di malam itu setelah saya pulang kerja, saya mandi dan tujuan untuk tidur karena badan sudah terlalu letih setelah lembur san pulang larut sekali. Tetapi saat hendak tidur dengan badan yang lelah malah tidak bisa, hati dan pikiran pun tiba-tiba gelisah tiada arah. Saya pun bangun dan membangunkan istri untuk memijit saya. Saat istri memijit, perasaan saya semakin tidak menentu dan benar adanya di belakang saya yang saya lihat bukan lah istri saya lagi, melainkan 3 sosok makhluk yang saya pun tidak yakin akan hal itu, apakah mereka itu?
Saya merasakan badan ini kaku tak bisa di kendalikan. Dalam hati, apakah ini rasanya orang mau kesurupan? Tanpa sadar saya sudah melihat istri saya menangis sambil menggendong anak pertama saya yang masih kecil sedang tidur. Saya sontak reflek menyuruh istri untuk menelepon teman yang faham dengan dunia ghaib. Setelah beberapa saat pembicaraan istri dan teman saya di telepon, akhirnya saya gak jadi kesurupan.
Tapi hati masih sangat galau, seperti ada yang masih gak beres dengan fisik, pikiran dan dalam hati saya yang saya rasakan saat itu. Saya pun turun ke ruang tamu dan duduk terdiam disana sambil merokok. Tak terasa waktu sudah pukul 2 pagi. Saya pun memutuskan untuk kembali tidur, karena besok harus bekerja.
Saat pagi tiba, badan saya kaku dan sulit untuk bangun. Saya melihat ke arah tubuh dan anggota badan yang lain, tak kuasa saya menangis karena badan saya sudah penuh dengan gatal yang aneh. Saya pun gak mungkin bisa bekerja dalam kondisi seperti itu.
Singkat cerita, saya sudah gak pernah kerja lagi. Saya mulai berobat ke macam-macam orang yang di beri tahukan oleh tetangga atau siapapun. Berbagai macam cara saya mencoba tapi tak kuniung sembuh. Saat itu pikiran semakin kacau, bahkan saya sampai melupakan teman yang di telepon oleh istriku. Keluarga saya sampai juga terabaikan.
Saya berobat ke pinter, kiai khodam dan semamcamnya lah ya. Tapi penyakit yang saya derita tak kunjung sembuh. Segala macam cara saya lakukan demi kesembuhan tapi tetap aja gak ada hasilnya sedikit pun. Alih-alih sembuh, malah pikiran dan keadaan fisik saya semakin parah.
Setelah 3 bulan berlalu tanpa menemukan hasil apapun, barulah saya ingat sama teman lama saya yang pernah di telepon istri saya sebelum saya kesurupan dan parah. Saya mulai menghubunginya, dan saya mulai berkunjung ke rumahnya. Dia sama sekali gak menyentuh atau pun memberikan syarat apapun kepada saya. Saya hanya di ajari bagaimana saya agar bisa sembuh dari santet yang saya terima? Dan saat itu saya lakukan, luar biasa hal yang saya alami. Allah SWT adalah Maha Berilmu dan segala ilmu hanya dari-Nya.
Saya melakukan cara-cara yang di ajarkan teman saya kepadaku tiap malam. Di situ saya benar-benar mengalami petualangan spiritual yang belum pernah saya alami semasa hidup saya sebelumnya. Bahkan sampai saya mengetahui siapa yang mengirimkan santet itu kepadaku. Meski begitu saya gak ada rasa sedikitpun niat untuk membalasnya. Hanya itu pesan dari teman saya yang mengajari saya untuk sembuh. Alhamdulillah hanya kurang lebih 10 hari di ajari oleh teman saya, saya sembuh dari santet itu. Saya sangat bersyukur akan hal yang terjadi pada pengalaman spirituil saya tersebut.
Disana saya merasakan bahwa apalah arti dunia yang fana ini, saya benar-benar bisa merasakan dunia ini sangatlah fana dan hanya tipu daya belaka. Sejak saat itu saya memutuskan untuk hijrah dari saya yang tidak tau apa-apa tentang ilmu agama dan ingin belajar tentang ilmu agama lebih dalam khususnya apa itu islam?apa itu menjadi muslim? Rasa itu tetap ada di memori ingatan saya hingga sekarang. Pengalaman yang sangat luar biasa. Rencana Allah SWT selalu yang terbaik, dan dari situ saya belajar khusnudzon dengan prasangka saya tehadap Tuhan Semesta Alam.
Begitulah pengalaman spiritul yang saya alami, dan berkat itulah saya menjadi belajar hingga saat ini untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Semoga tulisan saya dan pengalaman pribadi saya dapat kita ambil hikmah yang baik bagi kita semua. Dan kita mendekatkan diri kepada Allah SWT semata-mata hanya pada-Nya dalam berserah diri, tanpa adanya tendensi atau keinginan apapun termasuk meninggalkan keinginan dunia yang fana dan penuh tipu daya.
Sekian dan terima kasih untuk membaca tulisan saya, dan semoga Allah SWT selalu melindungi kita dari hal-hal yang tidak baik. Aamiin Allahummaa'aamiin...
Walaikumsalam...
Komentar
Posting Komentar